Sunday, May 27, 2018

90s Battle: Hobi Anak 90an Yang Mulai Terlupakan

Photo by Eric Nopanen on Unsplash
Menentukan topik 90an minggu ini mudah rasanya buat Mamah Merah, saat saya menanyakan bahasan apa yang akan kita angkat minggu ini. "Bahas your 90's hobbies?", serunya langsung menyampaikan ide. Duh, hobi apa yang saya lakukan di tahun 90an ya, pikir saya langsung. Beneran ga kepikiran mau nulis apa. "Kalo lo koleksi apa juga bisa dimasukin," saran Winda lagi pas saya tanya lebih jauh. Lumayan ada pencerahan nih.

Saya coba browsing-browsing terkait hobi generasi 90an di sini, sini, sini, sini, sini dan sini, banyak juga ternyata yang sudah membahasnya. Kemana saja saya selama ini haha. Membaca-baca tulisan tadi membuat saya menyadari banyak sekali hobi lama saya yang sudah ketinggalan zaman, tidak lagi dilakukan anak-anak sekarang. Dan rata-rata hobi tersebut terkait dengan musik. 

Apa saja sih hobi anak 90an yang mulai terlupakan itu?

1. Menonton Musik di MTV
gambar dari sini
Ada masanya Total Request Live (TRL) adalah salah satu acara yang saya tunggu-tunggu. Menantikan video penyanyi terkenal saat itu, menunggu penampilan live mereka atau malah mencari tahu siapa pacar terbaru Carson Daly #eh. Tapi ya, TRL adalah acara yang sangat ditunggu-tunggu jutaan anak MTV di seluruh dunia. Selain gerombolan pop star seperti 'N Sync, Britney, Xtina dan Backstreet Boys, yang semakin terkenal karena acara ini, beberapa bintang baru pun muncul di sana. Salah satu yang paling saya ingat adalah Rihanna dengan Pon De Replay-nya yang berminggu-minggu bertahan di tangga lagu TRL. TRL menjadi barometer musik saat itu.

Sekarang dengan adanya Youtube, semakin mudah untuk menonton musik saat ini. Mencari lagu terbaru dari penyanyi kesukaan, mencari konser musik yang tidak dapat didatangi atau nostalgia lagu lama yang koleksinya telah tiada. Semua dapat dilakukan di Youtube. Selera musik demikian masif sekaligus unik, karena siapapun bisa dengan mudah mengunggah langunya disini.

Di tahun 90an, semua itu hanya bisa saya lakukan lewat MTV. Menunggu dengan manis di depan layar televisi, menantikan lagu favorit tiba. Salah satu versi Asia yang cukup terkenal seperti TRL, meniru MTV UK, adalah MTV Most Wanted. Acara ini memutarkan lagu yang diminta penonton. Semakin kreatif request kita, kesempatan ditayangkan pun semakin besar. Sepertinya salah satu momen langka dimana saya menjadi kreatif adalah saat mengirimkan request kesana, demi banget agar video favorit tayang. 

Sekarang?
Udahlah cek sini aja, semua lagu favorit 90an saya ada semua. Lol.
Saat ini keberadaan MTV pun lebih banyak menyiarkan reality show di channel-nya. 

Btw, sedikit trivia (buat yang paham aja), tahukah kamu kalau Plus One punya MV selain Last Flight Out? 
Ternyata lagu Here in My Heart ada MV-nya. Lol.  

2. Koleksi Kaset
gambar dari sini
Ada kalanya salah satu aktivitas favorit saya adalah mengunjungi toko kaset dan melihat-lihat semua koleksinya. Berjam-jam rasanya sanggup saya habiskan di dalam toko, melihat semua album, mencari album yang belum saya miliki atau sekedar mengecek siapa yang paling populer saat itu. Dengan uang jajan terbatas, tentu saya harus benar-benar memilih kaset siapa yang akan saya bawa pulang. Saat itu adalah masa-masa tersulit dalam hidup saya, menentukan siapa yang saya pilih dari ratusan album yang ada di dalam toko. Sungguh receh sekali ya masalah hidup anak 90an.

Tentunya toko-toko seperti Aquarius, Duta Suara dan Disc Tarra tidak asing untuk saya. Favorit saya tentu saja Aquarius Mahakam di daerah, sesuai namanya, Mahakam - Blok M. Lokasi toko yang strategis, banyak angkutan umum ke arah Blok M serta dekat dengan banyak tempat makan, salah satu alasan utama saya mengunjunginya. Selain tentu saja karena koleksinya yang luar biasa lengkap. Mereka juga menyediakan fasilitas pembelian tiket konser dan merchandise artis yang sulit ditemukan di tempat lain. Saat toko tersebut resmi tutup di akhir 2013 lalu, sepertinya sepenggal kenangan saya ikut melayang.

Anyway, sampai saat ini saya masih memiliki sekitar 200an kaset dalam lemari saya. Sayang rasanya dibuang, apalagi baca-baca di sini dan sini, hobi ini menjadi salah satu peluang usaha sekarang. Walaupun enggak mungkin saya jual juga sih rasanya kaset-kaset itu, biarlah jadi kenangan saja. Sedihnya mungkin kesempatan merawat koleksi tersebut seperti dianjurkan di sini yang tidak pernah lagi, sehingga saya tidak yakin dengan kondisi kaset-kaset saya. Cukup repot menjaganya memang.

Sehingga kalau sekarang disuruh beli kaset lagi, hmmm... mending beli CD ya, tidak terlalu susah memeliharanya. Atau cukup download aja lah ya versi digitalnya. Haha.

3. Membuat Koleksi Lagu Favorit
gambar dari sini
Dengan mudahnya membuat playlist lagu kesukaan melalui spotify, youtube atau itunes saat ini, tentu tidak terbayang apa yang harus dilakukan anak-anak 90an dulu untuk mendapatkan hasil yang sama. Untuk mendapatkan satu album penuh koleksi favorit, perjuangannya setengah mati. 

Ada dua pilihan cara mendapatkan kumpulan lagu favorit:
- merekam dari kaset lain, sehingga harus memiliki dua tempat untuk memasang kaset. Satu diisi kaset yang lagunya ditargetkan untuk direkam, satunya lagi berisikan kaset kosong. 
- merekam langsung dari radio, saat lagu favorit diputar.

Apapun cara yang dipilih, keduanya membutuhkan keahlian yang sama: timing yang tepat untuk memencet tombol record, pada awal dan akhir lagu. Telat sedikit saat memulai, lagu pilihan akan terpotong pada bagian intro. Telat memencet kembali tombol record di akhir, maka lagu berikutnya atau suara sang penyiar radio akan ikutan eksis muncul haha. Sungguh masalah pelik lainnya bagi anak 90an.

Artikel berikut sedikit menggambarkan keseruan aktivitas ini, siapa tahu ada yang kurang kerjaan ingin mencobanya saat ini.

4. Mengumpulkan Pin-Up

Mungkin ada yang belum paham apa itu pin-up? Sedikit penjelasan, pin-up adalah poster satu halaman yang terdapat di majalah-majalah remaja. Berbeda dengan poster yang terdiri dari minimum dua halaman, pin-up lebih sleek. Karena hanya satu halaman, pasti tidak ada bagian yang terlipat. Namun sama dengan poster, pin-up akan menampilkan kualitas foto yang lebih baik daripada kualitas foto di artikel. 

Kekurangan pin-up tentu saja, pembaca harus menyobeknya dari majalah, sehingga artikel di belakangnya mungkin akan kehilangan pasangan. Apabila pin-up terdiri depan belakang, maka kembali masalah pelik remaja 90an terjadi, memilih siapa yang akan dipajang. Hiks. Berat sekali jadi anak 90an, sedikit-sedikit banyak masalah yang harus dipecahkan dan meminta jalan keluar.

Namun jangan sedih, ada majalah yang khusus pin-up saja, untuk kolektor seperti saya saat itu. Tapi tujuan akhirnya ya jadi tidak tersampaikan, karena memang tidak saya pajang, tapi simpan saja. Sebenarnya sama dengan konsep photobook ya kalau sekarang. 

Bonus:

5. Meramal Masa Depan

Satu-satunya hobi yang tidak terhubung dengan musik, namun menuju alam kepunahan juga adalah meramal masa depan. Ramalan ini dilakukan dengan kertas bagaikan capit kepiting.

gambar dari sini
Pilih angka yang tepat, maka siapa pasanganmu, pekerjaan, berapa jumlah anak nantinya akan langsung diketahui. 

Lebih cepat dari membalikkan telapak tangan! Haha.

Keingintahuan akan masa depan sepertinya naluri alamiah manusia, tidak heran cukup banyak masyarakat yang percaya akan zodiak. Zodiak membuat kita sedikit banyak dapat memprediksi apa yang terjadi dalam seminggu kedepan sampai satu tahun berikutnya. Selain ramalan zodiak yang murah meriah, dan terdapat di banyak media remaja, ramalan ala-ala origami fortune teller ini salah satu cara menyenangkan.

Cara melipatnya bisa dilihat di sini atau lewat video tutorial ini, sementara cara bermainnya bisa cek di sini. Dipikir-pikir, semua masalah receh tahun 90an atau yang sedang terjadi saat ini, bisa dipecahkan melalui origami ini. Lumayan simpel dan tepat sasaran.

Sekarang sih banyak online test, seperti tarot reading, yang bisa menyediakan banyak jawaban kehidupan hanya bermodal ketikan di komputer. 

Kecanggihan zaman sedikit banyak tentu mempengaruhi terkikisnya aktivitas-aktivitas di atas. Ada lagi kah hobi tahun 90an yang sudah mulai terlupakan? 

Jangan lupa cek postingan mamah merah juga ya di sini.

2 comments:

  1. Aha! Ramalan yang pake kertas itu gue suka lakuin dulu. Halu berjamaah pokoknya hahaha! Ada lagi yang ramalan match making, itung-itungan berapa persen kecocokan, bisa pakai si kamus elektronik, bisa pakai rumus itungan huruf (demenan gue nih ngerjain beginian, udah kaya ngitung togel!)

    BTW rekam-rekam lagu, dulu gue suka lakuin dari siaran Sonora, soalnya dia enggak motong lagu. Kalo radio lain pasti penyiarnya keburu berkicau ishhhh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya bener yang itung2an pake huruf sampai utak atik nama biar pas.. wkwkwkwk.... kamus elektronik ga pernah punya gue, sungguh iri sangat dengan yang punyaaa... gue kayanya dulu seringan rekam di bahana deh hahaha

      Delete