Wednesday, April 18, 2018

90s Battle: Komik Jepang Tak Terlupakan



Era 90an tak lengkap tanpa buku komik Jepang keluaran Elex Media Komputindo!
Bukan pesan sponsor apalagi sisipan yaa, tapi memang begitulah adanya.

Balik lagi dengan posting mingguan Back to the 90s Battle kolaborasi bareng Mamah Merah. Cerita Winda bisa ditemukan di sini.

Setelah panjang lebar ngobrolin topik pertama yang bakal diangkat, akhirnya kami berdua sepakat ngomongin komik. Selera kami yang bertentangan sempat bikin galau mau angkat Shoujo atau Shounen Manga. Apa sih perbedaan keduanya, bisa lihat di sini. Secara gamblang, Shoujo adalah manga yang berisikan kisah percintaan atau drama sementara Shounen lebih ke arah action atau comedy. Saya dan Winda adalah dua kutub yang berlawanan dalam selera membaca komik. Saya penikmat Shoujo sejati, sementara Winda pembaca Shounen garis keras. Setelah mufakat, kami pikir lebih enak ngobrolin komik Jepang secara umum saja, biarlah perbedaan kami menjadi cerita yang menarik. tsaahhh.

Setelah tepekur berhari-hari membuat daftar komik Elex favorit, plus diingetin Winda keluarin tulisan segera, akhirnya keluar juga tujuh komik kesukaan saya dari era 90an.

Cuma seperti biasa, karena kesukaan saya banyak ya, susah rasanya harus memilih apabila banyak yang ditawarkan. Jadi, saya bagi dua tulisan ini ke empat komik kesukaan dan tiga Mangakus (penulis komik) kecintaan.

EMPAT KOMIK KESUKAAN

CANDY CANDY

gambar dari sini

Kurang lengkap masa kecil saya tanpa komik ini masuk kedalamnya. Candy-Candy adalah komik pertama yang dibelikan ibu saya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Kalau tidak salah ingat, komik Jepang ini juga termasuk salah satu yang pertama masuk ke Indonesia melalui penerbit Elex. Saya ingat baru saja bisa membaca dan komik ini diberikan sebagai alat bantu dalam memperlancar proses membaca saya.

Saya langsung jatuh cinta pada gadis kecil yang ceria ini. Sekilas, saya menemukan banyak kesamaan dengannya; misalnya saja rambut keriting, memiliki wajah yang tidak mulus serta tubuh pendek. Haha. Kisah kehidupan Candy tidak seriang pembawaannya, cukup banyak lika-liku kehidupan yang harus ditempuhnya sebelum sampai di akhir cerita. Cerita versi manga dan anime sedikit berbeda, dapat ditemukan di sini untuk lebih lengkapnya, warning: spoilers banget yaa link tadi, lengkap soalnya diceritain. Haha.

Hal yang paling berkesan untuk saya adalah ending cerita ini yang sederhana, tidak klise seperti kebanyakan shoujo manga lainnya. Kombinasi berbagai macam karakter dalam cerita juga sungguh memberi warna yang menarik. Pembaca seakan dapat memilih karakter mana yang lebih cocok dengan dirinya. Anthony, Susanna dan Annie yang manis, Archie yang iseng, Stea dan Patty yang pintar dan bijak atau Terry yang bad boy sekali.

Sebagai penutup, closing theme anime-nya cocok membawa kita semakin jauh kembali ke tahun 90an nih. Siapa yang masih ingat liriknya?



MARI-CHAN


gambar dari sini

Apakah Ibu saya memang romantic at heart atau bisa membaca selera anaknya, saya tidak pernah tahu. Namun buku komik kedua yang saya dapatkan dari Ibu saya adalah Mari-Chan. Tepatnya, serial pertamanya: Happy Mari-Chan. Another komik yang cewek banget ceritanya. Saya menyukai balet karena serial ini. 

Mari Chan ini banyaaaak banget serinya. Walaupun di semua seri, tokoh utamanya sama saja gambarnya semua haha. Biasanya ada tiga tokoh utama, satu wanita dan dua pria. Ketiganya sama persis gambarnya, terkadang yang berbeda hanya model rambut si tokoh wanita. Hal ini suka bikin bingung untuk yang kali pertama baca Mari-Chan. Dipikirnya semua serial Mari Chan itu bersambung, padahal ceritanya beda-beda dengan nama tokoh yang berbeda pula, kecuali si tokoh utama yang bernama Mari. Selain gambar tokoh yang sama, hal yang menyatukan semua serial ini adalah Balet. Kisahnya berputar pada Mari, si tokoh utama, yang ingin menggapai impiannya menjadi balerina profesional.

Secara umum, serial Mari-Chan yang beredar di Indonesia ada lima: Happy Mari-Chan (7 buku),  Lovely Mari-Chan (7 buku), Bintangnya Cinta (7 buku), Silver-toe Shoes (6 buku), dan Nyanyian Angsa (4 buku). Saya sendiri hanya punya tiga di antaranya, sekarang pun entah ada dimana keberadaannya. Rindu sekali rasanya menyelami kegiatan para balerina ini. Melihat perjuangan mereka agar diterima masuk ke Royal Ballet School, berlatih keras melakukan putaran sempurna untuk lakon Black Swan atau ikut-ikutan mempelajari tujuh pose berdiri standar dalam balet seperti ini.

Nostalgia semua cover komik seri Mari-Chan dapat ditemukan di sini.

ROSE OF VERSAILLES

gambar dari sini
Komik ini mencuri perhatian saya karena ceritanya yang unik, menggabungkan sejarah dan keindahan Perancis serta kisah fiktif yang menarik. Gambaran ceritanya seperti apa dapat dilihat di sini dan sini. Saking serunya, manga ini telah diterjemahkan dalam versi anime dan film. Walaupun terus terang, gambar di komiknya jauh lebih indah.

Rose of Versailles membuat saya menyukai Marie Antoinette dengan segala kepribadiannya yang kompleks. Komik ini menceritakan Marie dari sisi berbeda yang ditampilkan ke ruang publik pada umumnya, seperti masa kecilnya, pilihan hidupnya yang terbatas serta kesehariannya dalam lingkup kerajaan. Semua hal tersebut membentuknya menjadi Marie Antoinette yang kita kenal. Mengetahui akhir cerita ini sesuai sejarah, sempat membuat saya tidak tega membaca buku terakhirnya. Kesian sama Marie duluan, haha. 

Berkat komik ini pula, saya memiliki impian untuk dapat mengunjungi Istana Versailles. Keinginan tersebut terwujud di tahun 2015 lalu.

in front of the palace 
inside the palace
ini postingan rada riya' dikit sih emang. maap.

 DORAEMON


gambar dari sini
Komik 90an tentu tak lengkap rasanya tanpa si ikon kucing cerewet ini. Selain komiknya, anime-nya juga menemani anak-anak generasi 90an menghabiskan minggu paginya. Saya selalu ingat membaca komik ini belum jua kelas 4 SD, sampai saya lewat kelas 4, Nobita masih saja duduk di kelas yang sama. Hahahaha.

Saya dan adik saya mengoleksi semua buku Doraemon yang puluhan itu. Komiknya sendiri menurut saya sangat rapi digambar dan runut, mudah bagi pembaca untuk mengikuti alur ceritanya. Saya bisa membaca komik ini berkali-kali dan berharap memiliki teman seperti Doraemon yang bisa mengeluarkan berbagai macam alat ajaib, atau setidaknya punya mesin waktu di laci meja belajar saya. Lol.

Latar belakang pembuatan cerita ini, dapat ditemukan di sini. Fujiko F Fujio, mangakus penciptanya, menurut saya seorang yang sangat mencintai dunia anak-anak. Ia mampu menyelami alam pikiran anak-anak dan menciptakan cerita yang merangsang daya imajinasi untuk berkembang dengan baik.

Sebagai penggemar Doraemon, mengunjungi museum Fujiko F Fujio tentu satu impian semua orang yang jatuh hati pada kucing tanpa telinga ini. Melalui museum ini, Fujiko mampu menyulap kota kecil Kawasaki menjadi kota Doraemon. Walaupun jelas museum ini berdiri untuk mengabadikan semua karya Fujiko F Fujio, memorabilia Doraemon tetap memakan tempat paling besar. Bahkan, salah satu angkutan umum setempat pun dilukis dengan tokoh-tokoh dari manga ini. Saya sempat mengunjunginya di awal 2015 lalu. Nyempil lagi postingan riya'

pintu ajaib dambaan orang Jakarta demi menghindari macet
lucu bangeet bis yang akan mengantar kita ke Museum Fujiko F. Fujio. Interior dalemnya pun full Doraemon-ish


Biar ga sebel-sebel banget, lol, kita nyanyi bareng aja yuks.




***

Nah, lepas dari komik kesukaan, kita masuk ke tiga mangakus kesukaan saya. Susah banget memilih cerita favorit dari ketiga orang ini. Semua karya mereka, saya suka.

TIGA MANGAKUS KESUKAAN

YUKARI KAWACHI

gambar dari sini
Saya suka banget dengan karya-karyanya Yukari. Semua wanitanya cantik-cantik dan tokoh prianya juga cakep luar biasa. Yukari mampu membuat cerita yang bikin emosi pembaca diperas habis-habisan. Secara umum, dibandingkan cerita komik Jepang di tahun 90an lainnya yang lebih ke arah percintaan innocent, cerita Yukari lebih dewasa. Ia banyak menuliskan mengenai kisah percintaan dewasa awal saat meniti karir atau malah ibu muda yang berjuang dengan status barunya.

Lengkapnya karya-karya Yukari dapat dilihat pada laman Goodreads berikut. Beberapa serial yang beredar di Indonesia seperti di bawah ini:

gambar dari sini
Setelah memilih dengan segenap jiwa raga, kesukaan saya adalah My Best Rival is My Best Friend, rating-nya di Goodreads sebesar 3.33. Ceritanya simpel tentang persaingan dua sahabat dalam meniti karir sebagai komikus kawakan, sekaligus jatuh cinta pada editor yang sama. Nampaknya sih, cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi Yukari sendiri. Haha.

YUU ASAGIRI


gambar dari sini
Ingat komik serial Panic?
Kisah tentang gadis muda yang memiliki telinga rubah ini adalah karya Yuu Asagiri paling fenomenal. Selain Panic, kisah penyihir buangan di dunia manusia, Min Min, juga karya lain Yuu yang cukup terkenal. Yuu Asagiri memang jempolan dalam membuat cerita berlatar belakang fantasi.

Karya-karya lainnya secara lengkap dapat dilihat di sini dan sini. Beberapa karyanya yang masuk Indonesia adalah sebagai berikut:

gambar dari sini
Terlepas dari niche Yuu yaitu fantasi, saya lebih menyukai kisah-kisah sederhananya. Favorit saya adalah Kakakku Sayang. Judulnya emang malesin banget ya lol. Situs ini memberikan sinopsis singkat mengenai ceritanya:
Serial cantik ini mengisahkan tentang Tsukiko, seorang cewek 16 tahun, yang harus menghadapi kenyataan kalau orang yang sangat dia sukai, Kou, adalah adik tirinya. Ibunya menikah lagi dengan ayah Kou. Hidup Tsukiko menjadi indah sekaligus bencana. Dan makin lama dia makin menyadari kalau dia sangat mencintai Kou. Kou juga sedikit demi sedikit makin menyukai Tsukiko. Ketika Tsukiko memutuskan menjadi model, Kou tidak menyetujuinya karena Tsukiko akan dipotret bersama model cowok. Mereka pacaran secara rahasia.
Cerita percintaan favorit saya emang ga jauh-jauh dari kisah pasif-agresif antara dua tokoh utamanya. haha.

KYOKO HIKAWA


gambar dari sini
Mangakus terakhir kesukaan saya adalah Kyoko Hikawa. Kyoko boleh dibilang salah satu mangakus terkenal dan memiliki banyak karya hits. Karya terbesarnya adalah Dunia Mimpi. Sepertinya hampir semua penggemar komik Jepang pernah mendengar manga ini, walau mungkin belum pernah membacanya, seperti saya.

Karya-karya Kyoko lainnya, selain Dunia Mimpi, bisa dilihat di sini. Selain Dunia Mimpi, ia juga terkenal dengan karyanya akan kisah cinta Chizumi dan Fujiomi. Kisah keduanya dapat ditemukan dalam trilogi Angin Musim Gugur, Pastel Mood dan Golden Book. Kalau bisa akses situs Mangafox, beberapa scan karya Kyoko dapat ditemukan disana.

Berikut beberapa judul yang beredar di Indonesia:

gambar dari sini
Favorit saya? GIRLS
Cerita komik ini sungguh komedi. Goodreads memberikan rating 3,97.
Kisahnya adalah tentang persahabatan tiga gadis bernama Chika, Tomomi dan Kaede. Ketiganya memiliki perangai yang berbeda, ada yang tomboi, tulalit dan sabar. Satu yang paling membekas untuk saya adalah permainan kata-kata Kaede yang sungguh lucu, terutama dalam menentukan tempat makan atau judul film yang akan ditonton. Sifat Chika yang tidak sabaran menjadi satu bentrokan meriah dengan Kaede. Mustahil tidak tertawa, atau setidaknya menyunggingkan senyum, saat membaca komik ini.


Nah, itu dia semua komik-komik Jepang kesukaan saya dari tahun 90an. Bikin pengen koleksi komik lagi ya.
Ada yang memiliki selera yang sama kah?

22 comments:

  1. Kok komik kesukaan kita sama sih Asti chan, tp gue suka juga genre nya mama merah

    ReplyDelete
    Replies
    1. kamu kan pemakan segala moms

      Delete
    2. Komik2nya dpt dr mana mba asti?

      Delete
    3. minta sama teman-teman yang baik hati biasanya πŸ’“

      Delete
  2. Gw sih mari chan hayookk.. Kenji hayook juga hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahhh kok ga temans sihh kali iniiiii

      Delete
  3. kakakku sayang.. n sun flower suka banget..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ihh iyaaa.... sun flower juga sukak πŸ’“

      Delete
  4. wakakkaaka gue baca banyak tapi lupa semuaa, suka salut deh sama kalian kenapa bisa ingattttttttttt

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu juga baca2 ulang mom baru nulis... huakakakka

      Delete
  5. Duo Yoko enggak kesebut nih, Yoko Shoji (Pop Corn) dan Yoko Matsumoto si ratu misteri hehehe. BTW, Girls itu dulu komik favorit geng SMA gue (bareng Pop Corn juga). One shot yang gemesin ceritanya dan kita berkhayal bertemu senpai dengan suara menghipnotis. Tapi yang ada suara cowok-cowok sember semua hahaha!

    Ah jadi berasa ciwik kinyis lagi kan dijembrengin shoujo manga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pop Corn panjang banget gue ga sempet koleksi deh. Lol. Misteri kayanya sih banyak yang suka tapi ntah napa ingatan gue emang yang mellow doang, embuh 🀭

      Nah, Girls ini emang supeeer dodolnyaaa 🀣🀣🀣

      Delete
    2. Pop Corn pun gue minjem sama temen yang emang lebih lengkap shoujo manga-nya. Kalo Yoko Matsumoto, yang sempet gue koleksi cuma 1 judul S.O.S. Rame sih klub detektif begitu hehehe, walaupun endingnya ada beberapa yang agak absurd menyangkut si Henry, guguk misterius.

      Shoujo Manga misteri biasanya gitu-gitu sih ceritanya. Enggak nampol gimana gitu seremnya.

      Delete
    3. gue berarti mister manga yang mana yaaa yg gue baca... lumayan oke sihh biasanya, tapi cuma satu buku satu buku aja ga pernah bersambung sihhh

      Delete
  6. Bagi gw baca/ memiliki komik sebuah perjuangan besar..kenapa?? Karena emak gw ga pernah mendukung anaknya beli buku (super irit) buku pelajaran aja gw kudu bekasan abang gw muluk πŸ˜‚πŸ˜‚, tapi demi baca terutama komik gw rela mampirin kios buku bekas deket rumah gw. 1 komik 500 perak ..tapi jangan berharap banyak sama komik seri, ga bakalan lengkap pasti belang bentong kaya pano di badan 🀐.

    Hasrat besar akan komik membuat saya lebih kreatip, mulai dari nyatronin rumah temen deket sampe temen yang pura2 deket (demi banget ini, walaupun garing orangnya), beli bekas, nyari di gudang rumah sodara, sampe rental komik yang berujung ga dibalikin karena denda kebanyakan 😬😬 (syukurlah tu rental juga udah tutup) .. bersyukurlah kalian yang didukung buat beli buku apalagi komik!

    Dah ah ngapa jadi curhat, oia komik kesukaan gw adalah perfait tic..Coba deh ti baca..sumpeh oke banget!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya ampunnn aku terharuuu baca curhatannyaaaa 😭😭😭
      sungguh menyentuh jiwa bangeet... aku sih dikasih bajet beli komik segitu aja nampak selalu kurang, minta trus dan trus tiada pernah cukup. Aku bersyukur kamu tumbuh menjadi pribadi yang kuat yaa.. aku bangga padamu... semangaat selaluuu

      Parfait Tic gue tahuuuu... astagaaa keren sumpah emang tuh cewe yang rambutnya suka gonta ganti itu kannn 🀣🀣keren pisan dia mah, mana cowok2 skitar dia juga keren2 hadeh....

      tuh komik tergolong baru dehhh, awal 2000an pas ud SMA mau ke kuliah na.. ga masuk masa2 memori 90an ahhh

      Delete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. diapus.. dikira wasap chat πŸ˜₯

      Delete
  8. #TeamShoujo all the way! tapi gw ga suka Candy Candy :)))))
    duh jadi pingin bongkar koleksi komik gw..

    ReplyDelete
    Replies

    1. honestly gue ga suka candy2 pun, terlalu depresi buat anak kecil yang ceria macem gue 🀭.. tapi berkesan karena itu komik pertama yang gue punya aja lol. Komik luuu masih banyaaak dan rapi kannn,,,, iri sangaaaatsss

      Delete